Turnamen Gatsball Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah dilaksanakan di Lapangan Kedungbule, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul pada hari Minggu tanggal 7 Juni 2026. Upacara pembukaan resmi dipimpin langsung oleh Panewu Srandakan, Ibu Karjiyem, S.Si.T., S.Pd., M.Kes. Setelah upacara selesai, agenda kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemukulan bola pertama sebagai simbolis dimulainya turnamen.
Aksi pemukulan bola pertama tersebut dilakukan oleh Kapolsek Srandakan, AKP Jumadi, S.H., dengan didampingi oleh perwakilan Danramil Srandakan Serma Mahfud. Di samping itu, momen pembukaan ini juga disaksikan langsung oleh Ketua Gatsball DIY serta Ketua Pergasi Bantul, Bapak Joko Surono, yang turut hadir di lokasi acara.
Kompetisi Gatsball tingkat regional ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah di wilayah DIY dan Jawa Tengah yang bertanding dengan penuh semangat sportivitas. Meskipun tensi pertandingan berjalan cukup ketat demi memperebutkan gelar juara, situasi di area Lapangan Kedungbule terpantau tetap aman, tertib, dan terkendali dari awal hingga akhir acara.

Gatsball adalah olahraga beregu yang menggunakan stik pemukul (mallet) dan bola, sekilas menyerupai perpaduan antara golf, biliar, dan catur. Olahraga tanpa kontak fisik ini sangat mengandalkan strategi, ketangkasan, dan kerja sama tim. Diciptakan di Jepang pada tahun 1947, gatsball kini sangat populer di Indonesia dan dinaungi oleh PERGATSI (Persatuan Gatsball Seluruh Indonesia).
Manfaat Utama
- Untuk Segala Usia: Gatsball bersifat barrier-free, artinya dapat dimainkan oleh berbagai kalangan tanpa memandang jenis kelamin dan usia. Sangat populer bagi anak-anak hingga lansia.
- Kesehatan & Kebugaran: Melatih koordinasi tubuh, daya tahan jantung, serta kekuatan otot lengan dan kaki.
- Asah Otak: Membutuhkan konsentrasi tinggi dan kecerdasan dalam menyusun taktik untuk mematikan langkah lawan maupun membantu bola teman.
