SASRAPANDU Raih Penyaji Terbaik II Festival Kethoprak Bantul 2026, Prestasi Dirayakan dengan Jenang Sungsuman dan Silaturahmi

Festival Kethoprak Tingkat Kabupaten Bantul Tahun 2026 menghadirkan format baru dengan mengelompokkan peserta berdasarkan wilayah. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian adalah wilayah Bantul Selatan yang terdiri atas Kapanewon Srandakan, Pandak, dan Sanden dengan nama kontingen SASRAPANDU. Kolaborasi tiga kapanewon tersebut menjadi wujud semangat kebersamaan dalam melestarikan seni kethoprak sekaligus meningkatkan kualitas pertunjukan budaya di Kabupaten Bantul.

Di bawah kepemimpinan Pimpinan Produksi Akhid Ridha, SASRAPANDU berhasil menampilkan pertunjukan yang memikat dewan juri. Berkat kerja keras seluruh pemain, kru, dan tim pendukung, SASRAPANDU berhasil memborong sejumlah penghargaan bergengsi pada Festival Kethoprak Kabupaten Bantul Tahun 2026.

Prestasi yang diraih antara lain:

Penata Rias dan Busana Terbaik diraih oleh Rini Widyastuti.
Penata Iringan Terbaik diraih oleh Gilang.
Penata Artistik Terbaik diraih oleh Ryo.
Secara keseluruhan, kontingen SASRAPANDU berhasil meraih penghargaan Penyaji Terbaik II, sebuah capaian yang membanggakan bagi wilayah Bantul Selatan.

Sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan tersebut, keluarga besar SASRAPANDU menggelar acara Jenang Sungsuman dan Silaturahmi pada Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memanjatkan doa bersama sekaligus mempererat tali persaudaraan antar seniman, pemain, kru produksi, serta seluruh pihak yang telah memberikan tenaga, pikiran, dan dukungan selama proses persiapan hingga pelaksanaan festival.

Tradisi Jenang Sungsuman dipilih sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala pencapaian yang telah diraih. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi bahwa keberhasilan tidak lahir dari kerja individu, melainkan hasil kolaborasi, kekompakan, dan semangat gotong royong seluruh keluarga besar SASRAPANDU.

Pimpinan Produksi Akhid Ridha menyampaikan bahwa penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja keras seluruh elemen tim, mulai dari para pemain, penata artistik, penata iringan, penata rias dan busana, hingga seluruh kru yang bekerja dengan penuh dedikasi. Ia berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pementasan kethoprak dan memperkuat eksistensi seni tradisi di Kabupaten Bantul.

Keberhasilan SASRAPANDU menjadi bukti bahwa kolaborasi tiga kapanewon—Srandakan, Pandak, dan Sanden—mampu melahirkan karya seni yang berkualitas dan berprestasi. Semangat kebersamaan ini diharapkan terus terjaga sebagai kekuatan dalam melestarikan seni kethoprak, sehingga warisan budaya adiluhung tetap hidup, berkembang, dan dicintai oleh generasi mendatang.