Gapoktan Sari Kismo Poncosari di Padukuhan Krajan Kalurahan Poncosari Kapanewon Srandakan mengadakan acara panen raya. Acara ini diselenggarakan pada hari sabtu tanggal 30 Mei 2026 pukul 08.30 s.d. selesai. Acara dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan Swantantra Pangan Nusantara (YSPN) Marsda TNI (Purn) Daryanto, S.IP, Dirjend Politik Pemerintahan Umum Kemendagri Prof. Dr. Drs. Akmal Malik, M. Si didampingi Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dan Forkopimkap Kapanewon Srandakan.
Gapoktan Sari Kismo Poncosari di Padukuhan Krajan, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan mencoba menggunakan benih padi varietas Bridantara 8. Pengunaan varietas ini dikarenakan dikenal dengan produktivitas tinggi dan tahan terhadap serangan hama.
Terbukti dengan menggunakan varietas Bridantara 8 petani yang sebelumnya hanya menghasilkan delapan ton Gabah Kering Panen (GKP) menjadi 11,3 hingga 11,6 ton per hektare. Penggunaan varietas benih padi ini tak lepas dari inisiatif Yayasan Swantantra Pangan Nusantara (YSPN) untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Dengan hasil produktivitas padi yang cukup tinggi, diharapkan ke depan bisa mencapai swasembada pangan. Keunggulan dari varietas ini adalah usianya 75 sampai 83 hari sudah bisa panen, Namun, perlu diingat varietas ini merupakan padi yang tergolong mahal daripada bibit padi non hibrida. Pasalnya Bridantara 8 merupakan padi hibrida. Varietas ini tahan air dan cocok ditanam di Poncosari yang kerap dilanda banjir. Dan terbukti bisa bertahan hingga hasil panen meningkat.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, pihaknya menyambut baik inisiatif YSPN yang memilih Bantul sebagai salah satu lokus uji coba varietas bridantara 8.
“Dengan hasil 11,3 ton GKP per hektare adalah hasil tertinggi, memecahkan rekor produktivitas padi per hektare di Bantul”, jelasnya.
Namun, ke depan pihaknya akan terus mengevaluasi bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul dengan gapoktan. Jika hasil evaluasi layak secara teknis dan ekonomis, pihaknya akan mengembangkan varietas ini.
"Kita cari yang terbaik, kita yang sudah surplus 70 ton, dengan varietas ini, nanti kita perluas penanamannya tentu surplus akan semakin besar," tuturnya.
Dengan melihat keberhasilan penanaman padi varietas bridantara 8 tersebut, Kabupaten Bantul berpotensi untuk bisa swasembada pangan dan memiliki kontribusi ekspor beras ke daerah lain. Meskipun lahan di Kabupaten Bantul cenderung semakin mengecil, namun padi yang dihasilkan semakin banyak karena pembibitan padi yang lebih selektif dan pemupukan yang dilakukan semakin baik.
