Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 tingkat Kapanewon Srandakan diselenggarkan hari ini Kamis (1/10/2026) di halaman SMP Negeri 1 Srandakan. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Danramil Srandakan. Upacara dihadiri oleh Panewu Srandakan, Panewu Anom Kapanewon Srandakan, Kapolsek Srandakan, Kepala Puskesmas Srandakan, Kepala KUA Srandakan, Lurah Poncosari, Pih. Lurah Trimurti, Korwil Pendidikan Kapanewon Srandakan, Pejabat Pengawas Kapanewon Srandakan (Kepala Jawatan dan Kepala Sub Bagian Sekretariat di Kapanewon Srandakan), Karyawan karyawati Kapanewon Srandakan (ASN/Pejabat fungsional umum/Pelaksana, Pejabat Fungsional Tertentu, Pendamping Desa, Pendamping PKH, PLKB, Bumkalma, TKPK, TKSK, Pendamping DLH), Koordinator PPL Pertanian Kapanewon Srandakan dan PPL Pertanian Kapanewon Srandakan, Babinkamtibmas Kalurahan Trimurti, Babinkamtibmas Kalurahan Poncosari, Babinsa Kalurahan Trimurti, Babinsa Kalurahan Poncosari, Karyawan Karyawati Puskesmas Srandakan, Karyawan Karyawati KUA Kapanewon Srandakan, Pamong Kalurahan Trimurti (Carik, Kepala Seksi, Kepala Urusan, Dukuh dan Staf Honorer Kalurahan), Pamong Kalurahan Poncosari (Carik, Kepala Seksi, Kepala Urusan, Dukuh, Staf Kalurahan dan Staf Honorer Kalurahan), Guru dan siswa SMP N 1 Srandakan.
Tema Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026 adalah "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Tema ini menegaskan posisi Pancasila sebagai fondasi utama penopang keutuhan dan arah kemajuan bangsa Indonesia.
Berikut adalah makna mendalam dari setiap unsur dalam tema tersebut:
1. Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa.
Pancasila bisa menjembatani Keberagaman. Indonesia memiliki kekayaan perbedaan berupa suku, agama, bahasa, dan budaya. Pancasila bertindak sebagai titik temu (modus vivendi) yang menyatukan seluruh elemen masyarakat tanpa menghilangkan identitas masing-masing. Selain itu Pancasila juga sebagai Modal Sosial dan Gotong Royong. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan kolektif. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang berakar dari Pancasila menjadi energi utama dalam kehidupan berbangsa.
2. Menuju Indonesia yang berdaulat.
Kata "Kesaktian" dalam peringatan ini merefleksikan keteguhan Pancasila sebagai pandangan hidup yang teruji dan selamat dari berbagai upaya penggantian ideologi. Kedaulatan tercapai ketika negara dan masyarakatnya teguh berdaulat secara politik, ekonomi, dan budaya di kancah global dengan menjadikan nilai luhur Pancasila sebagai landasan utama dalam bersikap.
3. Menuju Indonesia Adil dan Makmur
Keadilan Sosial merupakan Sila kelima Pancasila yang menjadi komitmen nyata bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan perlakuan, kesempatan, dan akses yang adil tanpa pandang bulu. Kemakmuran hanya dapat terwujud secara merata apabila persatuan tetap terjaga dan pembangunan dilakukan secara bersama-sama dalam bingkai kebangsaan.


